Dinamika wanita dalam industri e-commerce indonesia

Secara umum E-commerce merupakan aktifitas bisnis yang dilakukan melalui internet. Meskipun begitu, tidak semua milenial dapat memanfaatkan kesempatan ini. Ternyata terjadi sebuah ketimpangan partisipasi gender dalam industri yang sedang berkembang pesat ini.

Survei yang dilakukan iPrice mengatakan bahwa partisipasi kedua gender dalam posisi manajerial di industri e-commerce masih timpang. Tenaga kerja laki-laki masih mendominasi posisi manajerial di industri E-commerce sebanyak 69%. Sementara itu tenaga kerja wanita hanya menempati 31% posisi manajerial di industri E-commerce ini. 
Kesenjangan tenaga kerja perempuan semakin besar di jenjang yang lebih tinggi, yaitu pada posisi Predisen Direktur dan Direktur. Berdasarkan data pegawai industri E-commerce oleh iPrice, hanya 21% perempuan yang menduduki posisi Presiden Direktur ataupun jenjang tinggi di suatu perusahaan. Begitu pula di jenjang Direktur, tenaga kerja perempuan hanya menempati 21%. Persentase ini semakin membaik dengan jumlah 36% di jenjang Kepala Divisi. Namun, tetap saja angka ini masih menunjukkan kesenjangan antara kedua belah gender.

Partisipasi perempuan di level manajemen industri E-commerce juga ditemukan di Asia Tenggara. Filipina menjadi negara di Asia Tenggara yang memiliki partisipasi perempuan paling tinggi, yaitu 55%. Sementara itu, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat partisipasi perempuan yang rendah sebanyak 31%. Padahal menurut sebuah studi dari Peterson Institute di tahun 2016 menunjukkan bahwa banyaknya kepemimpinan perempuan di manajemen perusahaan menghasilkan kenaikan profit tahunan dengan rata-rata sebesar 2,7% lebih tinggi. Sehingga dnegan perbandingan gender yang seimbang di jajaran  manajerial, partisipasi perempuan dapat memberikan keberagaman ide dan pandangan berbeda dalam bisnis E-commerce.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *