The Power of Grit: Mengapa Ketekunan Menang Melawan Bakat dalam Jangka Panjang.
Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tampaknya biasa saja secara intelektual, tetapi berhasil mencapai puncak kesuksesan? Atau melihat rekan yang kurang berbakat namun mampu mengungguli semua orang melalui ketekunan luar biasa? Inilah keajaiban 'grit'—rahasia yang lebih menentukan kesuksesan daripada sekadar bakat alami.
Apa Sebenarnya Grit Itu?
Grit bukan sekadar istilah populer. Psikolog Angela Duckworth mendefinisikannya sebagai "kecenderungan untuk mempertahankan minat dan usaha terhadap tujuan jangka panjang". Penelitiannya menunjukkan bahwa ketangguhan mental ini seringkali lebih penting daripada IQ atau bakat bawaan dalam menentukan kesuksesan seseorang.
Duckworth menemukan empat komponen utama pembentuk grit: minat, latihan, tujuan, dan harapan—yang umumnya berkembang secara berurutan. Orang yang gritty tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan, tetapi justru melihatnya sebagai bagian dari perjalanan menuju tujuan besar.
Bukti Ilmiah: Ketika Grit Mengalahkan Kecerdasan
Studi paling terkenal Duckworth dilakukan di Akademi Militer West Point. Dari 1.310 kadet yang diteliti, mereka dengan skor grit lebih tinggi memiliki kemungkinan jauh lebih besar untuk menyelesaikan program pelatihan yang sangat menuntut. Fakta mengejutkan lainnya: mahasiswa yang lebih cerdas justru cenderung memiliki grit lebih rendah dibandingkan rekan-rekan mereka yang skor kecerdasannya lebih rendah.
Penelitian terbaru yang melibatkan lebih dari 11.000 kadet West Point selama 10 tahun menegaskan bahwa grit adalah prediktor kesuksesan terkuat—mengalahkan kecerdasan dan kebugaran fisik. Di dunia bisnis, perusahaan dengan budaya gritty menunjukkan ketahanan luar biasa dan kemampuan bertahan dalam persaingan ketat.
Ketangguhan yang Mengubah Nasib
Contoh nyata grit dapat dilihat pada perjalanan banyak pengusaha sukses. Seorang pengusaha muda pernah bercerita di Forbes tentang bagaimana ketekunan menjadi kunci ketika bisnisnya hampir bangkrut tiga kali dalam lima tahun pertama. Alih-alih menyerah, ia belajar dari setiap kegagalan dan akhirnya membangun perusahaan bernilai jutaan dolar.
Dalam artikel Harvard Business Review, Thomas H. Lee dan Angela Duckworth menyoroti bagaimana rumah sakit-rumah sakit dengan budaya gritty mampu memberikan layanan lebih baik meski menghadapi tekanan keuangan dan sumber daya terbatas. Mereka tidak mengubah strategi setiap kali menghadapi masalah, tetapi tetap konsisten dengan visi jangka panjang.
Membangun Grit dalam Tim Anda
Sebagai pemimpin, Anda bisa menumbuhkan budaya grit dengan:
- Fokus pada tujuan jangka panjang daripada pencapaian instan
- Merayakan usaha keras bukan hanya hasil akhir
- Menciptakan lingkungan aman untuk mencoba dan gagal
- Memberikan umpan balik konstruktif yang mendorong pertumbuhan
Karyawan yang gritty cenderung lebih bahagia dan menunjukkan kepuasan hidup lebih tinggi. Mereka juga jarang berpindah pekerjaan karena terikat pada tujuan yang lebih besar.
Teknologi Pendukung untuk Tim yang Tangguh
Mengelola tim yang gritty membutuhkan sistem yang mendukung pengembangan berkelanjutan. Di sinilah solusi HRM modern seperti Waktoo HRM berperan penting. Platform berbasis cloud ini memudahkan manajemen kinerja, absensi, dan pengembangan karyawan secara terintegrasi. Dengan fitur lokasi verifikasi (GPS) dan bukti fisik check-in/check-out, Waktoo HRM memastikan transparansi dalam proses kerja.
Yang membuat Waktoo HRM istimewa adalah kemudahan penggunaannya—tidak perlu keahlian IT khusus untuk mengoperasikannya. Sistem otomatisasi payroll dan absensi membantu manajer fokus pada pengembangan tim daripada urusan administratif. Dengan data kinerja yang akurat dan real-time, Anda bisa mengidentifikasi karyawan dengan potensi grit tinggi dan memberikan dukungan tepat untuk pertumbuhan mereka.
Kesimpulan
Grit bukanlah bakat bawaan, tapi keterampilan yang bisa dikembangkan. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, ketangguhan justru menjadi aset paling berharga. Seperti kata Duckworth dalam bukunya, "Greatness is in the grit"—kebesaran terletak pada ketangguhan.
Dengan memahami konsep grit dan mendukungnya melalui sistem manajemen yang tepat, Anda tidak hanya membangun tim yang lebih tangguh, tetapi juga menciptakan fondasi kesuksesan jangka panjang. Ingat, bakat membuka pintu, tetapi grit yang membawa Anda sampai tujuan.
Bagikan: